<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener("load", function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <iframe src="http://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID=4782197095281679590&amp;blogName=welcome+to+the+well+published+part+of...&amp;publishMode=PUBLISH_MODE_BLOGSPOT&amp;navbarType=BLUE&amp;layoutType=CLASSIC&amp;searchRoot=http%3A%2F%2Fneverending-waterfalls.blogspot.com%2Fsearch&amp;blogLocale=in&amp;homepageUrl=http%3A%2F%2Fneverending-waterfalls.blogspot.com%2F" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no" frameborder="0" height="30px" width="100%" id="navbar-iframe" allowtransparency="true" title="Blogger Navigation and Search"></iframe> <div></div>

Rabu, Oktober 28, 2009

...cukup sampai di sini, mungkin(?).

Nigete bakari ja nani hitotsu kawaranai to, wakatte iru no ni kawarenu boku ga iru
I knew that nothing would change if I kept running away but I couldn't change myself.
[Miseinen – The Gazette]


Penulis mulai merasa takut. Gamang. Tidak yakin. Pun, perlahan tapi pasti memberikan ruang yang cukup untuk suara-suara negatif beresonansi dalam benaknya, mulai mempercayai bahwa kata-kata yang disampaikan oleh suara-suara itu ada benarnya. Bahwa mungkin, penulis memang tidak bisa menulis. Bahwa mungkin, apa yang ada dalam genggaman tangan ini perlahan luruh seperti pasir yang menyelinap keluar dari celah-celahnya. Bahwa mungkin, apa yang penulis lakukan memang benar: adalah sesuatu yang bisa dengan mudah orang lain lemparkan kembali tepat ke wajahnya.

Bahwa mungkin, jiwa ini mulai membusuk dan lelah untuk memberi sanggahan-sanggahan terhadap suara-suara negatif itu. Mulai mengizinkan dirinya untuk mati dan terbawa arus alih-alih hidup tapi stagnan, tidak cukup kuat melawan arus dan tetap berada dalam satu titik yang tidak berubah. Mungkin memang, mati masih jauh lebih baik daripada membebani. Daripada dianggap tidak ada, daripada tidak berguna. Lalu mungkin, ini hanya sekedar justifikasi lemah lain. Bahwa, sekali lagi, penulis terjerembab dalam kubangan perasaan yang sama. Terus berulang, menandakan kebohongan yang nyata, karena ternyata: penulis tidak pernah belajar.

Penulis tidak pernah belajar meskipun dia sudah terantuk, terseret, tergores, terluka dan meluka—dia bebal? Katakanlah demikian adanya. Selalu mengeluh, maka dia mulai takut untuk berkeluh. Ingin berbagi, tapi dia pun mulai menolak untuk membebani. Tak mau berhenti berharap dan bermimpi, tapi realita menghantamnya begitu telak dan tak terperi. Maka menurutmu, bukankan jauh lebih baik dia membelenggu dirinya dengan sunyi? Hingga detak jantung dan deru nafasnya hanya akan terdengar samar, seperti desir yang dibawa oleh angin dari musim yang berganti. Hingga keberadaannya tak terdengar lagi(?).

But every dream has its time to die
[The Cape of Storm - Hyde]

~ { 10/28/2009 08:28:00 PM }
remembering the days when u were by my side


Selasa, Oktober 27, 2009

—interlude—

[Miseinen - The Gazette]

Gamushara ni nanika wo sagashiteta
Tsumazuitemo ii kara maeni
Bakageteru no wa wakatteru,
Tada koukaisenu you hashiru no sa

Shinraidekiru no wa jibun dake de
Nakama nante iranakatta
Nanimokamo ni mukatteita yaiba
Shishun no hane wa moroku hakanai

Tsuyokunaritai hitori de ikiru tsuyosa wo
Hontou wa uragirareru no ga kowai dake
Nigete bakari ja nani hitotsu kawaranai to
Wakatte iru no ni kawarenu boku ga iru

Hokorashige ni kazashiteta kodoku to iu [puraido] wa
Yakunitatanu risou e to nigeru tame no hane datta
Hokorashige ni kazashiteta jikoshuchou to iu "riot"
Kono hikari no mukou ni wa jiyuu nado nakatta n'da

Tennage bluely days

Areteita mainichi ni oboreteta n'da
Kizuitara kodoku seotteta
Tsurakatta. hontou wa hitori nante ne
Nozonde nakatta n'da

Hokorashige ni kazashiteta kodoku to iu [puraido] wa
Yakunitatanu risou e to nigeru tame no hane datta
Hokorashige ni kazashiteta jikoshuchou to iu "riot"
Kono hikari no mukou ni wa jiyuu nado nakatta n'da

Tsuyogatte bakari ja hontou no kao wasurechau kara
Tama ni chikara wo nuite dareka ni tayoru koto mo daiji desu
Kizutsuite, kizutsuite, kizutsuite, nakitai toki wa
Oozora ni mukatte oogoe de sakende mite

(i dont want to forget to myself)
(i want to be my again)

Konna yowai boku no tame ni senaka oshite kureta
Chichi ya haha ya nakama no hagemasu koe ga boku ni hikari kuremashita

Hokorashige ni kazashiteta kodoku to shishunkizu wa
Yakunitatanu risou e to nigeru tame no hane datta
Aoku hareta ano sora ni jiyuu ga aru to suru nara
Kono hokoritakaki hane ga chigiretemo kamawanai

Boku wa hashiridashiteta gamushara ni sora wo megakete
Hane wo hiroge tobitatta rakka ten wa "jiyuu" na no dato
Subarashiki kazoku wo mochi subarashiki nakama wo motte
Saikou no hibi datta umare kawattara mata aou...

[translation, not mine. Credits google. Lols.]

I was frantically looking for something
it's okay to stumble, so go forward
I know it's foolish, I just run on without regret

the only one I can trust is myself, I didn't need friends
the fangs I bared at anything and everything
sexual stuff in adolescence is delicate and fleeting

I wanna be strong, give me the strength to live on my own
honestly, I was just scared of betrayal
I knew that nothing would change if I kept running away
but I couldn't change myself.

the loneliness I prided myself on
was a pair of wings to escape to my worthless dreams
the self assertion I prided myself on called 'RIOT'
there was no freedom, nothing beyond this light.

Teenage Bluely Days

I was drowning in each rough new day
before I knew it I was shouldering such loneliness
It was hard. To be honest,
I really didn't want to be on my own.

Since always pretending to be strong makes one forget one's true face
It's important to occassionally loosen up and rely on others
hurt... Then you want to cry, face the great big sky
and scream out in a loud voice

that you want to forget yourself, so you can keep being who you are.
the encouraging voices of my father, my mother, and my friends
spurred on, even one so weak as myself, they gave me light

the loneliness and pain of my youth that I prided myself on
were a pair of wings to escape to my worthless dreams
If there's freedom to be had in that clear blue sky
I wouldn't care if these wings I'm so proud of were torn off

I began running, frantically aiming for the sky
I spread my wings and flew away, and the spot where I fell was 'freedom'.
with a wonderful family, and wonderful friends
these were the best days of my life, If I'm reborn
let's meet again...

~ { 10/27/2009 08:01:00 PM }
remembering the days when u were by my side


Jumat, Oktober 23, 2009

...hilang.

Bukan cuma satu orang yang terluka.
Bukan cuma seorang yang merasa sakit.
Bukan cuma satu orang yang merasa dunia hancur, karena dia kehilangan rasa percaya.
Bukan cuma satu orang yang terluka.
Dan baginya, luka ini masih ada, menganga.
Dalam bentuk torehan nyata.
Tidak pernah berhenti menunggu uluran belas kasih sang waktu untuk membantu dia menyembuhkannya.

Karena dia telah kehilangan yang paling berharga.

Move on? Ayolah. Kau mungkin bisa, tapi dia? Stagnan di sini, terus tertunduk, menatapi dua tangan berlumur dosa. Bersimbah darah. Terselubung ketakutan tidak beralasan, kecemasan, juga sakit. Kotor.

Dia tidak menghitung berapa malam yang dia habiskan untuk merenung, tercenung, memikirkan semua yang seharusnya terjadi alih-alih kenyataan yang benar-benar terjadi. Lalu menangis, menyesali. Lalu bangun di pagi hari dengan berharap bahwa semua itu tidak pernah terjadi. Tentang kesalahan itu, kau mungkin memaafkannya. Dia pun sudah pasti melapangkan hatinya untuk menghapus setiap jejak noda yang kau buat, jika ada, kepadanya. Tapi kenapa sesuatu tetap tidak berubah di dalam sini? Dia tetap: tidak bisa memaafkan dirinya sendiri.

Dia tahu dia tidak akan bisa menegakkan kepalanya lagi seumur hidupnya dihadapanmu. Dia takut untuk sekedar menyapa. Dia takut kau menghilang, kau tak terjangkau, kau tak bisa dikenali lagi, kau menjelma menyerupa bulir pasir dalam genggaman---dan itu semua akibat ulahnya. Akibat ulahnya. Meski semua itu murni ketidaksengajaan. Dia tidak pernah mau, dia tidak pernah bermaksud untuk mengakhiri semua ini. Membuat hubungan yang ada lantas mengutub, terpisah. Dua garis lurus yang tidak akan pernah bersinggungan lagi. Dia masih menangisi itu. Dia tidak berhenti menangisi itu. Dan dia merasa pantas untuk itu.

Dia itu, aku.

~ { 10/23/2009 10:13:00 PM }
remembering the days when u were by my side


Jumat, September 18, 2009

...dikotomi.

Entah sejak kapan penulis sudah tidak pernah berkeinginan untuk secara terang-terangan menggunakan dikotomi benar-salah saat berinteraksi dengan orang lain. Tidak ada kesalahan yang tidak bisa dijelaskan (juga diperbaiki) dan tidak ada kebenaran yang bisa 100% diterima oleh semua pihak. Sama seperti kebahagiaan untuk semua orang yang tertimbang utopis, kebenaran 100% semacam itu sepertinya hanya bisa ditemui di luar dunia yang penulis tinggali ini.

Tidak juga saat dikotomi itu dianggap mengancam ego seseorang. Ego yang terancam akan membuat seseorang menjadi defensif dan saat seseorang menjadi defensif, dia tidak akan bersedia menerima fakta yang disodorkan di bawah hidungnya oleh orang lain. Diskusi menjadi mandek dan pada akhirnya tidak ada solusi nyata yang bisa dihasilkan.

Dengan demikian, masalah tidak akan selesai sementara yang ada hanya prasangka yang tertinggal satu sama lain karena saat orang menjadi defensif, saat itu mereka melihat apapun yang dikatakan atau dilakukan orang lain semata berusaha menjatuhkan dan atau mempermalukannya di depan publik. Memojokkannya. Orang yang defensif cenderung tidak belajar untuk membuka diri akan berbagai kemungkinan, dan orang menjadi defensif kadang terpicu oleh dikotomi itu.

Benar VS Salah.

Sedikit mencoba jujur dan terbuka di sini, penulis sebenarnya tidak meletakkan rasa hormat yang memadai kepada mereka yang demikian itu. Penulis berusaha sekuat tenaga untuk tidak menjadi defensif. Penulis belajar dengan tersaruk-saruk dalam rentang waktu yang tidak bisa dikatakan sebentar dan hasilnya? Penulis bisa sedikit tersenyum sekarang jika mengenang masa-masa itu. Penulis bisa dan terus akan melakukannya, belajar, berkembang, dan segala macamnya itu. Lalu kenapa yang lain tidak bisa? Bisa, penulis yakin. Manusia diciptakan punya akal, otak yang baru sekitar 5-15% digunakan. Lakukanlah itu.

Last but not least, menjadi defensif nampak terlihat bahwa diri yang bersangkutan menutup dirinya dari lingkungan sekitar, dari segala sesuatu yang ada di luar dirinya. Hidup dalam dunia kecilnya sendiri. Lalu apa itu salah, hmm? Kalau orang memilih untuk menjadi selalu seperti itu? Ah, ya. Jangan gunakan dikotomi itu di sini karena penulis tidak mau menjadi pribadi yang penulis sendiri tidak hormati secara memadai.

~ { 9/18/2009 08:17:00 PM }
remembering the days when u were by my side


Rabu, September 16, 2009

—interlude—

[By Myself - Linkin Park]

What do I do to ignore them behind me?
Do I follow my instincts blindly?

Do I hide my pride from these bad dreams?
And give in to sad thoughts that are maddening?

Do I sit here and try to stand it?
Or do I try to catch them red-handed?
Do I trust some and get fooled by phoniness,
Or do I trust nobody and live in loneliness?


Because I can't hold on when I'm stretched so thin
I make the right moves but I'm lost within
I put on my daily facade but then
I just end up getting hurt again
By myself [myself]

[x2]
I ask why, but in my mind
I find I can’t rely on myself

[Chorus:]
I can’t hold on
To what I want when I’m stretched so thin
It’s all too much to take in
I can’t hold on
To anything watching everything spin
With thoughts of failure sinking in

If I
Turn my back I’m defenseless
And to go blindly seems senseless
If I hide my pride and let it all go on then they’ll
Take from me ‘till everything is gone

If I let them go I’ll be outdone
But if I try to catch them I’ll be outrun
If I’m killed by the questions like a cancer
Then I’ll be buried in the silence of the answer
by myself [myself]

[x2]
I ask why, but in my mind
I find I can’t rely on myself

[Chorus]

How do you think I’ve lost so much
I'm so afraid that I'm out of touch
How do you expect... I will know what to do
When all I know Is what you tell me to

[x2]
Don’t you know
I can’t tell you how to make it go
No matter what I do, how hard I try
I can’t seem to convince myself why
I’m stuck on the outside

[Chorus x2]

~ { 9/16/2009 03:23:00 PM }
remembering the days when u were by my side


Jumat, September 04, 2009

My Life According to: L’arc En Ciel

Using only song names from ONE BAND or ARTIST, cleverly answer these questions. Pass it on to 15 people you like and include me. You can't use the band I used. Try not to repeat a song title. It's a lot harder than you think! Repost as "my life according to (band name)"

1. Pick your Artist:
L'arc En Ciel

2. Are you a female:
And She Said

3. Describe yourself:
Cureless

4. How do you feel:
Perfect Blue

5. Describe where you currently live:
Route 666

6. If you could go anywhere, where would you go:
Heaven's Drive

7. Your favorite form of transportation:
Driver's High

8. Your best friend is:
Anata

9. You and your best friend are:
Fate

10. What's the weather like:
As If in A Dream

11. Favourite time of day:
Wind of Gold

12. If your life was a TV show, what would it be called:
Blurry Eyes

13. What is life to you:
Round and Round

14. Your relationship:
Pieces

15. Your fear:
Lies and Truth

16. What is the best advice you have to give:
A Silent Letter

17. How I would like to die:
It's The End

18. My soul's present condition:
Shinjitsu to Gensou

19. My Motto:
Lost Heaven

~ { 9/04/2009 07:21:00 PM }
remembering the days when u were by my side


...tentang RPG

Reposted here, from facebook. Read along!

~ { 9/04/2009 07:18:00 PM }
remembering the days when u were by my side